Diposkan pada Uncategorized

Gumam

Ia bergumam
Kata keluar tanpa arti
Ia bergumam
Tak sadarkan diri
Mereka bilang hati-hati
Kata selalu berarti
Bisa jadi
Semua terjadi
Ia bergumam lagi
Seakan tak kenal takut
Terdengar seakan berbagi
Satu detik semua terpaut
Hanya perlu sedikit waktu
Semua menjadi debu
Sungguh kuatnya sebuah kata
Menghancurkan tanpa sisa
Diposkan pada Uncategorized

Capai

Tahun ke tujuh
Dengan langit berbintang
Penuh senda gurau polos nan indah
Capai!

Tahun ke tigabelas
Gedung tinggi memenuhi
Menghalang selagi hilang arah
Capai! Arah sana!

Tahun ke limabelas
Langkah kaki bertapak
Masih pada arah yang tidak diketahui
Ibu, tidak apa, capai!

Penentuan..
Akhirkah ini?
Hilangkah bintang itu?
Capai!

Derap penuh kegelisahan
Mengambil tangga, menuju ke atas
Aku lupa dan aku ingat
Disini ku tersesat dan menemukan

Jalan setapak penuh rerumputan tinggi
Ketidakpastian namun kesungguhan
Waktu akan terus berlalu
Tanpa sadar aku tersenyum

Bintangku diantara berbagai tanaman
Berkelip memanggil
Bintangmu mungkin disini atau disana
Capai tanpa henti

Diposkan pada Uncategorized

Cerita Gadis

Sebuah cerita seorang gadis
Terbelenggu pikiran
Tenggelam di imajinasi
Entah sejak kapan terjadi

Senyum terjahit dibibir
Jerit terperangkap dalam irama
Tidak terdengar

Api dalam diri
Sedikit sedikit terkikis
Mendekati padam

Ah...
Pada malam, dimana bulan?
Pada siang, mengapa
Sang mentari bersembunyi?
Sang gadis melewati hari
Mendengar kicauan burung

Memandang penjara imajiner
Gadis itu tersenyum
Mendengar ekspektasi
Menjadi rantai tanpa harap
Gadis itu tertawa seraya
Air mata berlinang

Diposkan pada Uncategorized

Seni Diri

Di kala senja menyangsang tinggi
Dengan sekilas hitam membesar
Perlahan lahan demi akal diri
Dwi hal berhadapan saling sukar
Seni diri ... Seni diri...

Penuhi ruang tanpa jendela
Dengan jerit tanpa henti
Kemarau dengan sinar menjadi bakar
Rintik memenuhi, meluap sedikit
Seni diri… Seni diri….

Kapan bunga bermekaran
Dengan fajar berembun
Hanya harap ada di mimpi
Menunggu realita terbentuk
Seni.. Diri..

Sungguh tarik diri dari kepalsuan fajar mimpi
Tiada terbentuk bila diri
Tegak pada jejak yang sama
Gerak.. Bergerak wahai diri
Diantara gelap gulita

Bangun.. Dengan seutas tali di genggam
Entah berantah tujuan berada
Satu ... Satu ... Tiada henti
Angin hujan badai hanya seutas tali

Seni diri… Seni diri..
Hingga engkau sadar
Bunga itu ada
Tepat di atas telapak tanganmu