Diposkan pada Story

Sybilline

Day 311: An Object that has sentimental value

.

Dream, Child.

.

Ruangan itu selalu dingin. Seakan ada badai salju melanda. Setiap malam suara angin menerpa kaca jendela. Tak ada cahaya selain sedikit cahaya bulan. Anak laki-laki berbaring di kasur kecil. Matanya terbuka lebar, tidak ada tanda-tanda mengantuk di wajahnya.

‘Ketika Yuan sedang kedinginan…

atau kesepian …

atau takut..

dan Yuan tidak bias tidur saat Mama tidak ada disamping Yuan..

pertama, peluk bunbun dengan erat.’ Yuan dengan cepat mengambil boneka kelinci putih kesayangan milik nya.

‘Kedua, tarik selimut Yuan hingga batas dagu pastikan badan Yuan sudah nyaman..’  Ia menarik selimut tebal berwarna biru muda. Badan anak itu bergerak menyamankan diri. Anak itu menatap kearah pintu kamarnya. Sedikit cahaya terlihat dari bawah pintu.

Terakhir,  nyanyi bersama mama okei?’

Lullaby and goodnight, with roses bedight

With lilies o’er spread is baby’s wee bed

Lay thee down now and rest…’

.

.

.

.

.

“Yuan, anak ku sayang apa kau tidak bisa tidur lagi?” Seorang wanita mudah dengan wajah indah dan senyum manis menatap kearah anak kecil yang sedang berdiri. Perempuan itu masih berbaring di ranjang putihnya.

“Mama..” suara anak itu terdengar rapuh. Ruangan itu tidak di penuhi dengan banyak suara.

“Tidur sayang, semua akan baik-baik saja. Pejam matamu.” Yuan tidak menghiraukan sosok mama nya.

“Mama bohong, kalau Yuan tutup mata Mama akan hilang.”

Mama nya tersenyum mendengar perkataan anaknya. Perlahan tanpa disadari oleh Yuan matanya tertutup.

.

.

Dan ia terbangun.

.

Post: 26/12/20

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s